VISI MISI DITJEN BINALATTAS

Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Binalattas) mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pembinaan pelatihan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian dan produktivitas. Dalam melaksanakan tugas tersebut Ditjen Binalattas menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

  1. Perumusan kebijakan di bidang standardisasi kompetensi dan programpelatihan, lembaga dan sarana pelatihan kerja, instruktur dan tenaga pelatihan,pemagangan, dan produktivitas dan kewirausahaan;
  2. Pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi kompetensi dan program pelatihan, lembaga dan sarana pelatihan kerja, instruktur dan tenaga pelatihan,pemagangan, dan produktivitas dan kewirausahaan;
  3. Penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang standardisasikompetensi dan program pelatihan, lembaga dan sarana pelatihan kerja,instruktur dan tenaga pelatihan, pemagangan, dan produktivitas dankewirausahaan;
  4. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standardisasi kompetensidan program pelatihan, lembaga dan sarana pelatihan kerja, instruktur dantenaga pelatihan, pemagangan, dan produktivitas dan kewirausahaan; dan
  5. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan danProduktivitas.

Selain fungsi sebagaimana tersebut di atas, Ditjen Binalattas juga mempunyai fungsi dukungan administratif dan teknis kepada Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagaimana Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor PER.19/MEN/XII/2010tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat BNSP, serta fungsi pelaksanaan pelatihan melalui Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) sebagaimana Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor PER.07/MEN/IV/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT di Lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

  • Visi: Terwujudnya Tenaga Kerja yang kompeten, Produktif dan Berdaya Saing.

  • Misi :          
      1. Meningkatkan kualitas lulusan dan relevansi lembaga pelatihan;
      2. Meningkatkan kualitas layanan pelatihan dan produktivitas;
      3. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penyelenggaraan dan lulusan pemagangan;
      4. Menguatkan kelambagaan pelatihan tenaga kerja, ketransmigrasiandan produktivitas;
      5. Meningkatkan gerakan produktivitas dan kewirausahaan.

  • Kebijakan :
      1. Peningkatan daya saing lulusan pelatihan dan pemagangan;
      2. Peningkatan peran dan kemampuan instruktur, PSM dan pengelola pelatihan;
      3. Peningkatan kapasitas dan kualitas lembaga pelatihan;
      4. Peningkatan produktivitas dan pengembangan budaya produktif;
      5. Peningkatan akses dan layanan pelatihan dan produktivitas;
      6. Mewujudkan tatakelola manajemen penyelenggaraan pelatihan, pemagangan dan produktivitas yang handal.